Mesjid Tuo Kampung Padang terletak di Gampong Padang Tapaktuan, Aceh
Selatan. Mesjid Tuo Kampung Padang ini dibangun pada tanggal 10 Agustus 1108
Masehi oleh Syech Al-Jazirazi Farsyiah Bin Ibnu Mansyur dalam bentuk pondok
kecil berlantai papan. Kemudian pada tahun 1115 mesjid ini direhabilitasi oleh
muridnya Tengku Muhammad Chalidy bin Fasaman. Kemudian pada tahun 1351 Masehi
kembali direhabilitasi oleh seorang ulama yang bernama Tengku H. Abdul Manan
bin Muhammad Sutan Pariaman. Dari dulu sebelum masuknya penjajahan Belanda,
mesjid ini tempat belajar membaca Al-Qur’an dan tempat menyelenggarakan shalat
Jumat dan memperingati hari-hari besar Islam seperti Israk Mikraj, 1 Muharram
dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keanehan dan kelebihan Mesjid Tuo ini, di depannya
terdapat Makam Tuan Tapa, orang keramat yang membunuh Naga. Setiap memperingati
Maulid Nabi, dari permukaan makam Tuan Tapa ini keluar dengan sendirinya talam,
piring, mangkok, gelas dan sendok serta perkakas dapur lainnya secara gaib.
Kemudian semua benda itu ditaruh kembali setelah digunakan, dan pada tengah
malam menurut saksi mata semua benda itu masuk dan hilang kembali ke dalam
Makam Tuan Tapa.
Minggu, 28 Juli 2013
Mesjid Tuo Kampung Padang-TapakTuan
Mesjid Tuo Kampung Padang terletak di Gampong Padang Tapaktuan, Aceh
Selatan. Mesjid Tuo Kampung Padang ini dibangun pada tanggal 10 Agustus 1108
Masehi oleh Syech Al-Jazirazi Farsyiah Bin Ibnu Mansyur dalam bentuk pondok
kecil berlantai papan. Kemudian pada tahun 1115 mesjid ini direhabilitasi oleh
muridnya Tengku Muhammad Chalidy bin Fasaman. Kemudian pada tahun 1351 Masehi
kembali direhabilitasi oleh seorang ulama yang bernama Tengku H. Abdul Manan
bin Muhammad Sutan Pariaman. Dari dulu sebelum masuknya penjajahan Belanda,
mesjid ini tempat belajar membaca Al-Qur’an dan tempat menyelenggarakan shalat
Jumat dan memperingati hari-hari besar Islam seperti Israk Mikraj, 1 Muharram
dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Keanehan dan kelebihan Mesjid Tuo ini, di depannya
terdapat Makam Tuan Tapa, orang keramat yang membunuh Naga. Setiap memperingati
Maulid Nabi, dari permukaan makam Tuan Tapa ini keluar dengan sendirinya talam,
piring, mangkok, gelas dan sendok serta perkakas dapur lainnya secara gaib.
Kemudian semua benda itu ditaruh kembali setelah digunakan, dan pada tengah
malam menurut saksi mata semua benda itu masuk dan hilang kembali ke dalam
Makam Tuan Tapa.
Makam Tengku Dibitay - Banda Aceh
Tidak begitu jauh dari pusat kota
Banda Aceh, hanya perlu 10 atau 15 menit kita sudah bisa sampai ditempat
peninggalan atau bisa disebut kampung orang Turki jaman dulu. Nama kampung itu
dikenal dengan Bitai atau masyarakat sekitar mengenal dengan Komplek Makam
Tengku Dibitay.
Dulunya, Bitai dikenal dengan perkampungan para ulama baik
yang datang dari Pasai dan Pidie. Ulama-ulama itu banyak berasal dari Negara
Baitul Muhadis (ada yang menyebut Baitul Muqaddis). “Mereka itu datang ke sini
(Aceh, -red) berombongan dengan kapal-kapal besar, Bitai itu sendiri hanya
sebutan orang Aceh untuk kepanjangan Baitul Muhadis,”
Rumah Raja Menggamat (Rungko)
![]() |
| Rumah Raja Menggamat |
Rumah
Adat Kluet (Rungko) yang terletak di Desa Koto Kluet Tengah didirikan pada
tanggal 1 Januari 1861 oleh Raja Menggamat Imam Hasbiyallah Muhummad Teuku Nyak
Kuto – keturunan pejuang Kluet Tgk. Imam Sabil yang pernah berperang melawan
Belanda dalam Perang Lawe Melang Menggamat. Rumah Adat ini selain tempat
tinggal Raja juga berfungsi sebagai tempat perkara jika terjadi perselisihan
dan sengketa dalam kehidupan rakyat Menggamat. Sayang sisa-sisa bangunan kerajaan tua ini tidak
terawat, bahkan kayu-kayunya sudah banyak yang lapuk dimakan usia. Sudah
selayaknya pemerintah merawat dan menjaga situs-situs peninggalan sejarah,
karena Negara ini terbentuk dari sejarah masa lalu.
Sabtu, 27 Juli 2013
Makam Syaikh TuanTapa di TapakTuan

![]() |
| Makam Syaikh Tuan Tapa |
Sejarah Kota Tapak Tuan atau biasa disebut Kota Naga tidak lepas dari cerita rakyat tentang perkelahian Tuan Tapa dengan sepasang Naga raksasa yang dimenangkan oleh Tuan Tapa. Makam Syaikh Tuan Tapa terletak di Gampong Padang Kecamatan Tapak Tuan. Panjang kuburan ini kurang lebih 7 Mtr dan lebar 1,5 Mtr.
Tapak Kaki Besar Tuan Tapa
Tapak kaki besar ini adalah simbol kota Tapak Tuan Aceh
Selatan, yang mana masyarakat setempat percaya bahwa dahulu kala di Kota ini
pernah hidup seorang pertapa sakti yang bertubuh tinggi besar, namun taat dan
patuh kepada ALLAH SWT. Masyarakat setempat memanggilnya dengan sebutan Syaikh
Tuan Tapa.Fosil Potongan Badan Naga di Batu Merah-Tapak Tuan
Selain Makam Tuan Tapa, bukti-bukti lain yang dapat dilihat dari cerita rakyat
tersebut adalah fosil bagian badan naga yang sudah membatu di “Batu Merah” yang
terletak dipinggir jalan Tapak Tuan.
Rabu, 10 Juli 2013
Mesjid Tertua Aceh Selatan (Mesjid Tuo Pulo Kambing)
![]() |
| Mesjid Tertua Aceh Selatan |
![]() |
| Ruangan Dalam Mesjid |
Mesjid Tuo Pulo Kambing terletak di Desa Pulo Kambing Kec. Kluet Utara. Mesjid Tuo Pulo Kambing umurnya sekarang berkisar sekitar 9 abad lebih (tepatnya mesjid ini dibangun pada tgl 8 Agustus 1351 Masehi oleh seorang Ulama yang bernama Syech Muhammad Husin Al-Fanjari Bin Muhammad Al-fajri Kautsar, murid dari seorang ulama Sufi yang datang dari Persia). Mesjid ini mempunyai tiang-tiang yang berukir kalighrafi arab dan tulisan tersebut menceritakan riwayat berdirinya kerajaan-kerajan Islam dahulu di Aceh. Uniknya mesjid ini mempunyai kemiripan dengan mesjid yang pertama dibangun oleh Wali Songo di Jawa. Tiang pertama mesjid ini kayunya diangkut sendirian dari hutan Ruak oleh salah seorang murid Syech Muhammad Husin Al-Fanjari yang bernama Syech Mutawali Al-fanshuri dengan tangan kosong pada tanggal 5 Agustus 1351 Masehi. Setelah tiang pertama dipancangkan selesai shalat subuh, 8 Agustus 1351 baru bersama masyarakat secara bergotong royong mesjid itu dibangun dibawah komando Syech Muhammad Husin Al-Fanjari dengan menyembelih satu ekor kerbau, satu ekor kambing dan satu ekor ayam jantan putih. Mesjid ini adalah Mesjid Tertua di Aceh Selatan.
Ada hal yang menarik dari Mesjid ini, disamping bangunannya yang unik, disalah
satu pilarnya pada hari-hari tertentu
mengeluarkan air, biasanya fenomena ini terjadi pada hari Jum’at. Mesjid ini
terletak di Desa Pulo Kambing-Kota Fajar, Kec. Kluet Utara, Kab.Aceh Selatan.
![]() ![]() |
| Salah satu pilar Mesjid yang mengeluarkan air |
Langganan:
Postingan (Atom)









